Musholla sebagai sarana ibadah memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik di lingkungan sekolah. Namun demikian, kondisi infrastruktur yang tidak layak, seperti kerusakan pada plafon dan lantai musholla, dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna, serta berdampak pada kualitas kegiatan keagamaan. SMK Yapinuh Muara Gembong, yang berlokasi di wilayah pesisir, menghadapi tantangan kerusakan bangunan akibat faktor lingkungan seperti kelembaban tinggi, erosi, dan paparan udara laut yang korosif. Program pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi elemen bangunan musholla, khususnya pada bagian plafon dan lantai, guna menciptakan lingkungan ibadah yang aman, nyaman, dan sehat bagi siswa. Kegiatan dilakukan melalui tahapan survei dan observasi lapangan, identifikasi permasalahan struktural, serta pelaksanaan revitalisasi dengan pendekatan partisipatif dan pemanfaatan teknologi, termasuk penerapan nanoteknologi dalam material pelapis. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan kualitas sarana ibadah, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemeliharaan fasilitas umum, serta pemberdayaan mahasiswa dalam penerapan ilmu konstruksi secara langsung melalui pendekatan Merdeka Belajar. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan berbasis kebutuhan lokal dan inovasi teknologi ramah lingkungan.
Copyrights © 2025