Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan serius di kawasan perkotaan dan semi-perkotaan, terutama akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap potensi ekonomi dan nilai lingkungan dari limbah domestik. Ibu-ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam pengelolaan sampah, namun keterbatasan pengetahuan mengenai komunikasi lingkungan dan branding produk sering kali menghambat pemanfaatan sampah sebagai peluang usaha. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu rumah tangga dalam praktik komunikasi lingkungan melalui penguatan keterampilan branding pengelolaan sampah sebagai peluang usaha berbasis komunitas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang mengombinasikan ceramah, diskusi interaktif, simulasi, dan praktik langsung pembuatan serta promosi produk daur ulang. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu-ibu rumah tangga yang terlibat langsung dalam aktivitas pengelolaan sampah domestik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep komunikasi lingkungan, kemampuan menyusun narasi dan identitas produk daur ulang, serta keberanian dalam mengomunikasikan dan mempromosikan produk melalui media komunitas. Peserta mulai memandang sampah tidak hanya sebagai residu rumah tangga, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan simbolik. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi komunikasi lingkungan dan strategi branding berpotensi menjadi model pemberdayaan perempuan yang efektif dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha mikro berbasis komunitas
Copyrights © 2026