Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Memajukan Desa Wisata: Studi Kasus Kampung Wisata Keranggan Estriana, Virna; Pratami, Rezki; Adhvidya, Adhvidya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i3.57931

Abstract

This study aims to explore the implementation of marketing communication based on local wisdom in Kampung Wisata Keranggan, identify the challenges encountered, and determine optimization strategies to enhance tourist attraction. Utilizing a phenomenological qualitative approach, this research analyzes in-depth interviews with village tourism managers, local communities, tourists, and representatives of local government. Additionally, it employs the Integrated Marketing Communication (IMC) theory as a framework to understand the consistency of messages conveyed through various communication channels. The findings reveal that communication approaches based on local wisdom, such as the promotion of traditional dances, handicrafts, and folklore, have successfully created an authentic image and attracted tourists. However, several challenges affect the effectiveness of these strategies, including limited funding, insufficient digital marketing skills, and inadequate access to technology. Moreover, inconsistencies in the scheduling of cultural activities pose significant challenges. To improve the effectiveness of marketing communication, the recommended optimization strategies include diversifying promotional content, enhancing the quality of digital infrastructure, providing marketing training for local communities, and strengthening collaboration with external stakeholders. By implementing these measures, Kampung Wisata Keranggan can fortify its position as a competitive and sustainable cultural tourism destination. This study is expected to provide practical contributions to the development of marketing communication strategies based on local wisdom and serve as an academic reference for further research in tourism marketing.
Praktik Komunikasi Lingkungan bagi Ibu-Ibu Rumah Tangga : Branding Pengelolaan Sampah untuk Peluang Usaha Maulana, Rifky; Adhvidya, Adhvidya
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23378

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan serius di kawasan perkotaan dan semi-perkotaan, terutama akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap potensi ekonomi dan nilai lingkungan dari limbah domestik. Ibu-ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam pengelolaan sampah, namun keterbatasan pengetahuan mengenai komunikasi lingkungan dan branding produk sering kali menghambat pemanfaatan sampah sebagai peluang usaha. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu rumah tangga dalam praktik komunikasi lingkungan melalui penguatan keterampilan branding pengelolaan sampah sebagai peluang usaha berbasis komunitas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang mengombinasikan ceramah, diskusi interaktif, simulasi, dan praktik langsung pembuatan serta promosi produk daur ulang. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu-ibu rumah tangga yang terlibat langsung dalam aktivitas pengelolaan sampah domestik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep komunikasi lingkungan, kemampuan menyusun narasi dan identitas produk daur ulang, serta keberanian dalam mengomunikasikan dan mempromosikan produk melalui media komunitas. Peserta mulai memandang sampah tidak hanya sebagai residu rumah tangga, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan simbolik. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi komunikasi lingkungan dan strategi branding berpotensi menjadi model pemberdayaan perempuan yang efektif dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha mikro berbasis komunitas