Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, merupakan salah satu destinasi wisata pesisir yang menghadapi permasalahan serius akibat tingginya volume sampah pantai, terutama plastik, yang tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga menurunkan daya tarik wisata. Generasi muda sebagai aset desa memiliki potensi besar untuk dilibatkan dalam pengelolaan sampah, namun masih kurang pemahaman terkait teknik daur ulang dan konsep ekonomi sirkular. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi muda dalam mengolah sampah pantai menjadi produk bernilai ekonomi, memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan pantai. Metode pelaksanaan mencakup lokakarya, penyuluhan, pelatihan praktik daur ulang plastik menggunakan mesin pencacah, serta edukasi mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kegiatan melibatkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, dosen, mahasiswa, perangkat desa, serta peserta generasi muda Desa Adat Legian. Penelitian sebelumnya juga mendukung pendekatan ini, menunjukkan bahwa teknologi sederhana mampu mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai tambah, baik dalam bentuk ekonomi lokal maupun pelestarian lingkungan. Dengan fokus pada edukasi, inovasi, dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan menciptakan pengelolaan sampah berkelanjutan yang tidak hanya menjaga daya tarik pariwisata, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.
Copyrights © 2026