Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Virtual Reality dan Kultur In-Vitro Sebagai Media Edukasi Meningkatkan Minat Generasi Z Pada Pertanian Wirya, Gusti Ngurah Alit Susanta; Dewi, Ni Luh Made Indah Murdyani; Utari, Ni Kadek Sri; Arisena, Gede Mekse Korri; Fitriani, Yuyun; Dharmadiatmika, I Made Agus; Wibisana, I Made Dicky Chandra; Devi, Ni Luh Putu Hartika Sinta; Wulandari, Ni Kadek Pingkan
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v9i1.6008

Abstract

This community service program was carried out at Kerambitan 1 Public High School based on the low interest of Generation Z in agriculture due to their limited understanding of the use of modern technology in this sector. This activity aimed to increase students' interest and understanding of agriculture through counseling and workshops with three main topics, namely in vitro culture technology, the use of digital technology in landscape architecture, and agribusiness concepts, which were then complemented by tree planting in the school environment. The results of the activity showed a significant increase in both the students' knowledge and interest. More than 80% of students understood the material after the activity, with the largest increase in the topic of in vitro culture (from 30.0% to 85.7%). Students' interest in continuing their studies in agriculture also increased from 32.9% to 68.6%. In addition, the tree planting activity with teachers, lecturers, and KKN students fostered environmental awareness and the importance of sustainability. The conclusion of this activity is that the integration of theoretical learning, technological practice, and real environmental action can increase students' enthusiasm in understanding modern agriculture, with the added benefit of a collaborative and interactive approach.
Pemberdayaan Generasi Muda dalam Pengelolaan Sampah Pantai Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung Sudarma, I Made; Djelantik, A.A.A. Wulandira Sawitri; Krisnandika, Anak Agung Keswari; Devi, Ni Luh Putu Hartika Sinta; Kariyani, Ni Ketut Selamat; Pradnyandari, Anak Agung Sagung Devi Suamba
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21444

Abstract

Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, merupakan salah satu destinasi wisata pesisir yang menghadapi permasalahan serius akibat tingginya volume sampah pantai, terutama plastik, yang tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga menurunkan daya tarik wisata. Generasi muda sebagai aset desa memiliki potensi besar untuk dilibatkan dalam pengelolaan sampah, namun masih kurang pemahaman terkait teknik daur ulang dan konsep ekonomi sirkular. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi muda dalam mengolah sampah pantai menjadi produk bernilai ekonomi, memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan pantai. Metode pelaksanaan mencakup lokakarya, penyuluhan, pelatihan praktik daur ulang plastik menggunakan mesin pencacah, serta edukasi mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kegiatan melibatkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, dosen, mahasiswa, perangkat desa, serta peserta generasi muda Desa Adat Legian. Penelitian sebelumnya juga mendukung pendekatan ini, menunjukkan bahwa teknologi sederhana mampu mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai tambah, baik dalam bentuk ekonomi lokal maupun pelestarian lingkungan. Dengan fokus pada edukasi, inovasi, dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan menciptakan pengelolaan sampah berkelanjutan yang tidak hanya menjaga daya tarik pariwisata, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.