Keterbatasan akses ekonomi dan sosial bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bandung Barat merupakan tantangan signifikan, sekitar 9,9 juta orang disabilitas dari 23,3 juta jiwa nasional atau 40% populasi dibawah garis kemiskinan dan mengalami diskriminasi dalam peluang kerja. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan inklusi sosial komunitas disabilitas melalui pengembangan produk speaker aktif bambu inovatif bernama Awietronix. Didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, program ini berfokus pada pelatihan produksi, peningkatan kualitas produk, dan strategi pemasaran digital inklusif berbasis website ramah disabilitas. Implementasi program di Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, melibatkan 20 anggota komunitas Virageawie yang terdiri dari penyandang disabilitas fisik, intelektual, dan tunarungu. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi dan omzet penjualan, menciptakan model pemberdayaan yang holistik dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026