Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pengasuhan positif pada orang tua anak usia dini di Desa Sukaratu, Kabupaten Garut, melalui pendekatan terpadu berbasis analisis appraisal linguistik dan psikologi. Intervensi mengombinasikan analisis appraisal dalam kerangka Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) dengan strategi edukasi psikologis seperti manajemen stres, emotion labeling, serta praktik komunikasi konstruktif. Data dikumpulkan melalui asesmen pra–pasca, jurnal bahasa, observasi, dan diskusi kelompok dalam Kelompok Dukungan Sebaya (KKSB). Hasil menunjukkan penurunan signifikan pada skor stres subjektif orang tua (23%) dan peningkatan kemampuan dalam mengelola tekanan emosional melalui teknik breathing exercise, mindfulness grounding, dan model positive reappraisalLazarus–Folkman. Perubahan linguistik juga tampak nyata: afek negatif menurun 34%, penilaian konstruktif meningkat 41%, dan penggunaan graduasi ekstrem bernada negatif berkurang 29%. Orang tua menjadi lebih percaya diri dalam mengelola dinamika rumah tangga dan menunjukkan penurunan frekuensi ledakan emosi, didukung oleh meningkatnya praktik refleksi diri melalui jurnal harian. Meskipun anak tidak terlibat langsung, orang tua melaporkan peningkatan responsivitas anak terhadap arahan, berkurangnya konflik harian, dan meningkatnya kenyamanan komunikasi. Pada tingkat komunitas, KKSB berhasil menyusun “Modul Bahasa Pengasuhan Positif” serta melahirkan sejumlah ibu sebagai role model, sehingga mendorong rencana replikasi program ke dusun lainnya di Sukaratu. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan efektivitas integrasi teori appraisal dan keterampilan psikologis dalam membangun ketahanan keluarga di komunitas pedesaan.
Copyrights © 2026