Remaja adalah periode dimana mereka mengalami pertumbuhan fisik yang cepat, pertumbuhan seksual, dan perubahan psikologis yang mendalam. Remaja sangat berisiko terhadap masalah kesehatan reproduksi yaitu perilaku seksual pranikah, yang akan menyebabkan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), pernikahan dini serta Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV AIDS yang merupakan permasalahan dalam bidang Kesehatan Ibu dan Anak. Faktor penyebab munculnya perilaku seksual remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Berbagai penelitian telah merekomendasikan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini, tetapi belum sepenuhnya dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kader kesehatan remaja melalui program “Pelatihan Kader Komunitas” sebagai pendidik teman sebaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja usia 10-12 tahun agar dapat mencegah perilaku seksual yang berisiko. Pelaksanaan kegiatan pelatihan kader komunitas sebagai pendidik teman sebaya dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan sosialisasi materi pendidikan kesehatan reproduksi remaja menggunakan video edukasi, selanjutnya dari sepuluh kader kesehatan yang ada dipilih empat orang kader kesehatan remaja untuk diberikan pelatihan “Pendidik Komunitas” selama satu hari menggunakan modul yang sudah dibuat oleh penulis. Nilai rata-rata pre test pengetahuan kader kesehatan remaja sebesar sebesar 84,1 dan post test sebesar 93,8 sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre test ke post test sebesar 9,7. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sasaran (kader kesehatan remaja) dari pre test ke post test setelah diberikan materi pendidikan kespro remaja. Saran agar pihak puskesmas dapat memanfaatkan kader kesehatan remaja yang terpilih sebagai pendidik teman sebaya agar dapat diberikan kesempatan untuk memberikan informasi kepada teman sebaya yang lainnya.
Copyrights © 2026