Perubahan paradigma pembelajaran pada Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki kompetensi komunikasi pedagogis yang efektif, empatik, dan adaptif untuk menciptakan proses pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi komunikasi pedagogis guru Bahasa Indonesia tingkat SMP di Kabupaten Majalengka melalui pelatihan berbasis praktik, refleksi, dan model hybrid learning. Kegiatan melibatkan 45 guru dan dilaksanakan selama empat hari melalui kombinasi sesi tatap muka dan daring. Pendekatan andragogi digunakan untuk mendorong partisipasi aktif guru melalui simulasi pembelajaran, studi kasus, diskusi reflektif, dan praktik langsung. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan desain mixed-methods, menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil uji t-berpasangan menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 17,8 menjadi 23,4 dengan signifikansi p < 0,001 dan Cohen’s d = 1,03, yang menandakan efek besar. Analisis kualitatif melalui kuesioner refleksi dan observasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi empatik, serta apresiasi positif terhadap efektivitas model hybrid learning. Hasil PkM ini memberikan bukti empiris bahwa pelatihan berbasis praktik dan refleksi efektif meningkatkan kompetensi komunikasi pedagogis guru dan menghasilkan modul pelatihan yang dapat direplikasi pada konteks pendidikan lain.
Copyrights © 2026