Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya peningkatan kinerja pegawai pemadam kebakaran yang memiliki tuntutan kerja berisiko tinggi, sehingga pemahaman terhadap faktor internal seperti kecerdasan intelektual dan motivasi kerja menjadi krusial dalam mendukung pelayanan publik yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecerdasan intelektual, keselamatan kerja terhadap kinerja pegawai dan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada kantor pemadam kebakaran Kota Lubuk Linggau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada kantor pemadam kebakaran Kota Lubuk Linggau sebanyak 66 orang. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan simpel random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data primer yang dikumpulkan melalui survei kuesioner secara langsung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Smart PLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai path coefficient sebesar 0,252, nilai t-statistic 2,015, dan p-value 0,021 < 0,05. Keselamatan kerja juga memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, ditunjukkan oleh nilai path coefficient sebesar 0,169, nilai t-statistic 1,767, dan p-value 0,078 (>0,05). Selanjutnya, motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai path coefficient sebesar 0,505, nilai t-statistic 4,867, dan p-value 0,000 (<0,05). Pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja dengan nilai specific indirect effects sebesar 0,202, nilai t-statistic 2,720, dan p-value 0,007, namun motivasi belum sepenuhnya berperan sebagai variabel intervening. Sementara itu, keselamatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja dengan nilai specific indirect effects sebesar 0,139, nilai t-statistic 2,081, dan p-value 0,038, sehingga motivasi mampu berperan sebagai variabel intervening. Kesimpulannya Motivasi kerja memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja pegawai pemadam kebakaran, khususnya dalam memperkuat pengaruh keselamatan kerja terhadap kinerja.
Copyrights © 2026