Makna digitalisasi ekonomi bagi generasi milenial dalam aktivitas konsumsi merupakan fenomena yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana generasi milenial memaknai digitalisasi ekonomi serta implikasinya terhadap perilaku konsumsi sehari-hari. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, yang berfokus pada pengalaman subjektif individu dalam berinteraksi dengan berbagai platform digital, seperti e-commerce, dompet digital, dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi ekonomi dimaknai oleh generasi milenial sebagai kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi. Akses tanpa batas terhadap berbagai produk dan layanan mendorong terbentuknya pola konsumsi yang lebih praktis dan instan. Selain itu, digitalisasi juga menciptakan pengalaman konsumsi yang lebih personal melalui rekomendasi algoritma dan promosi yang disesuaikan dengan preferensi pengguna. Namun demikian, kemudahan ini juga memunculkan kecenderungan perilaku konsumtif, impulsif, serta ketergantungan terhadap teknologi digital. Lebih lanjut, makna digitalisasi ekonomi tidak hanya terbatas pada aspek fungsional, tetapi juga simbolik, di mana aktivitas konsumsi menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas sosial generasi milenial. Konsumsi digital sering kali digunakan sebagai sarana ekspresi diri dan penegasan status sosial di lingkungan pergaulan. Dengan demikian, digitalisasi ekonomi memiliki peran yang kompleks dalam membentuk pola pikir dan perilaku konsumsi generasi milenial, yang mencakup dimensi kemudahan, pengalaman, hingga konstruksi identitas sosial
Copyrights © 2026