Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Keripik Talas Di Kelurahan Klasaman Kota Sorong Aprianto, Aci; Hermawan, Anggita Ekaningtyas; Samual, Sitti Hadija
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 8, No 1 (2024): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v8i1.19106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah dari produk keripik talas di Kelurahan Klasaman Kota Sorong. Lokasi ini dipilih secara sengaja (Purposive), dengan pertimbangan bahwa industri rumah tangga produk olahan keripik talas yang    terkenal di Kota Sorong dan sebagai pusat oleh-oleh bagi para wisatawan maupun para usaha dari luar Kota Sorong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Oktober 2023. Penentuan responden rantai nilai dilakukan dengan teknik Snow Ball Sampling, kemudian penentuan responden konsumen menggunakan teknik Accidental Sampling dan jumlahnya ditentukan menggunakan Quota Sampling yakni hasil responden konsumen yang ditetapkan sebanyak 15 responden. Metode analisis yang digunakan ialah metode perhitungan nilai tambah dengan menggunakan metode hayami. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Data primer diambil dengan cara observasi dan wawancara langsung kepada industri rumah tangga. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku literatur yang relevan dengan penelitian terdahulu maupun dari jurnal-jurnal.
OPTIMIZING MODERN AGRICULTURAL PRODUCTS THROUGH A DRIP IRRIGATION SYSTEM IN THE PAPUA FARM FARMERS GROUP, AIMAS REGENCY, SOUTHWEST PAPUA Athirah, Aldila Mawanti; Aprianto, Aci; Sabarudin, Dian Nitari Ribanor; Risdianti, Tri Sindi; Suciati, Suciati; Mawar, Mawar; Badali, Muhammad Imam Mudin
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i3.3038

Abstract

Increasing agricultural productivity in Eastern Indonesia, particularly in Aimas District, Sorong Regency, is a strategic step in supporting local food security and farmer welfare. Papua Farm, a pioneer in hydroponic lettuce cultivation in Papua, faces challenges such as limited water, climate fluctuations, and limited access to modern agricultural technology. A community service program titled "Optimizing Modern Agricultural Products through Drip Irrigation Systems at the Papua Farm Farmer Group, Aimas District, Southwest Papua" was implemented to address these challenges. The drip irrigation system was chosen because it can channel water and nutrients directly to the plant's root zone, reduce water loss due to evaporation, and increase fertilizer efficiency through fertigation. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, training, demonstration plot installation, mentoring, and evaluation. Results showed a water use efficiency of up to 40%, a reduction in labor costs of Rp1,000,000 per season, and an increase in harvest productivity of around 25% with more uniform crop quality. In addition to technical aspects, this program also increases farmers' knowledge capacity, strengthens group institutions, and opens market opportunities through agribusiness digitalization. Thus, the application of the drip irrigation system has proven effective as a model of modern, sustainable agricultural technology and is worthy of being replicated in other areas with similar conditions.
Culture-Based Entrepreneurship: A Study Of The Characteristics And Skills Of Noken Artisans In Southwest Papua Setiawan, Joko; Athirah, Aldila Mawanti; Aprianto, Aci
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 11 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i11.49931

Abstract

This study aims to analyze the characteristics of entrepreneurs that influence success in running a business. Through a survey method involving 50 entrepreneurs, this study explores various characteristics, including self-confidence, risk-taking, hard work, innovation, independence, forward-looking orientation, responsiveness, management, networking, and strategic skills. The results of the analysis show that there is a significant relationship between entrepreneurial characteristics and business performance. The Spearman Rank correlation test indicates that strategy, networking, and management skills have a solid relationship, confirming the importance of these skills in supporting entrepreneurial success. Meanwhile, characteristics such as risk-taking and innovation show a weaker relationship with other traits, indicating that the context and situation of the individual influence these factors. This study provides insight into how various entrepreneurial characteristics interact with each other and contribute to business success. These findings are expected to be a reference for developing training and support programs for entrepreneurs and increasing understanding of the importance of skills development in the world of entrepreneurship. Thus, this study contributes to the entrepreneurship literature by highlighting the relationship between individual characteristics and successful business outcomes
Peningkatan Kapasitas Bisnis Industri Kreatif pada Manajemen Pemasaran Berbasis Inovasi dan Teknologi Budi, Rosdinaman; Munzir, Munzir; Hidayat, Rahmat; Aprianto, Aci; Sadipun Komber, Mervin Irian; Difinubun, Yusron; Maskuri, Maskuri; Sohnui, Suhailee
Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/samakta.v2i2.242

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri kreatif dalam pengelolaan manajemen pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan inovasi dan teknologi digital. Permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku industri kreatif, khususnya UMKM, adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang strategi pemasaran yang efektif di era digital. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan pelatihan, pendampingan, dan simulasi langsung penggunaan platform pemasaran digital, pengembangan konten kreatif, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan jangkauan pasar. Kegiatan dilaksanakan di [lokasi kegiatan] dengan melibatkan [jumlah] pelaku usaha kreatif lokal. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terhadap strategi pemasaran berbasis teknologi, seperti pemanfaatan media sosial, e-commerce, dan analisis tren pasar secara digital. Kegiatan ini juga mendorong lahirnya inovasi produk dan pendekatan pemasaran yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan wawancara mendalam yang menunjukkan bahwa 85% peserta merasa mengalami peningkatan kapasitas dalam manajemen pemasaran. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendorong transformasi digital industri kreatif lokal menuju daya saing yang lebih tinggi.
DETERMINAN PERALIHAN LAHAN PERTANIAN PADI KE PERTANIAN HORTIKULTURA (Komoditi Cabai Rawit/Capsicum Frutescens) KABUPATEN SORONG Setiadi, Bagas; Mawanti Athirah, Aldila; Aprianto, Aci
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/qjret324

Abstract

Alih fungsi lahan di Kabupaten Sorong menyebabkan penurunan produktivitas padi karena sebagian besar petani memilih mengubah sawah mereka menjadi lahan hortikultura terutama cabai rawit. Petani menilai bahwa budidaya cabai memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan padi. Matdoan (2025) mencatat bahwa sekitar 64 hektare lahan sawah telah beralih fungsi menjadi pertanian hortikultura. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, menggabungkan pendekatan kualitatif untuk memahami alasan petani mengalihkan lahan dan pendekatan kuantitatif untuk mengukur faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilakukan di Distrik Mariat, Mayamuk, dan Salawati dengan melibatkan 30 petani yang dipilih melalui snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan literatur terkait, kemudian dianalisis menggunakan skala likert dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan terutama dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu tuntutan ekonomi (93,5%) dan pendapatan (72%). Dari faktor eksternal, peluang kerja baru menjadi pendorong utama dengan skor 84,3%, sementara kebijakan pemerintah memiliki pengaruh rendah sebesar 35,3%. Secara ekonomi, pendapatan petani cabai yang mencapai Rp49.775.833 jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani padi sebesar Rp20.551.742, sehingga budidaya cabai rawit dinilai lebih menguntungkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Analisis Faktor-Faktor Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Aprianto, Aci; Ekaningtyas , Anggita; Risdianti, Tri Sindi
JURNAL ECONOMINA Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL ECONOMINA, Maret 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v5i3.1918

Abstract

Sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Jagung merupakan komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi, dan Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima menjadi salah satu sentra produksinya, meskipun masih menghadapi kendala produktivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei dan analisis regresi linier berganda. Variabel yang diteliti meliputi produksi jagung sebagai variabel dependen, serta luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida sebagai variabel independen. asil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung. Secara parsial, luas lahan, benih, dan pupuk berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan tenaga kerja dan pestisida tidak signifikan. Dengan demikian, peningkatan produksi jagung sangat ditentukan oleh pengelolaan faktor produksi yang efisien, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas petani, akses teknologi, dan penggunaan input yang optimal guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.