Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan ampas tahu (Tofu waste product, TWP) dalam ransum pakan terhadap bobot dan pertumbuhan itik, konsumsi dan konversi pakan, bobot telur dan jumlah indung telur yang dihasilkan serta pendapatan terhadap diatas biaya pakan. Ternak percobaan yang digunakan adalah 64 ekor itik betina dan 32 ekor itik jantan, semuanya berumur 90 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan empat perlakuan dan delapan kali ulangan dengan tiga ekor itik (dua betina dan satu jantan) pada setiap unit kandang atau pen. Perlakuan meliputi R0: Pakan tanpa TWP (0%), R1: Pakan dengan 5% TWP, R2: Pakan dengan 10% TWP, dan R3: Pakan dengan 15% TWP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung ampas tahu (TWP) dalam ransum tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi pakan, pertumbuhan bobot badan (g/ekor/hari), konversi pakan dan jumlah indung telur itik. Penggunaan TWP dalam ransum mampu menurunkan ukuran bobot telur itik dari yang besar menyebar menjadi ukuran medium (g/telur). Pendapatan atas biaya pakan (IOFC) tertinggi diperoleh pada perlakuan R3 dengan level tepung TWP 15%, yaitu sebesar IOFC 1.721,71 (Rp/ekor/hari) dengan peningkatan sebesar 14,76 persen dibandingkan ransum tanpa tepung TWP dari penjualan telur yang dihasilkan. Kata kunci: Ampas industri pangan, bobot itik, produksi telur, pendapatan diatas biaya pakan
Copyrights © 2026