Latar Belakang: Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah memengaruhi cara remaja memperoleh dan memahami informasi keagamaan. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya literasi digital sebagai kompetensi yang harus dimiliki siswa untuk menyaring dan mengevaluasi informasi di ruang digital secara kritis. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi digital dengan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap konten keagamaan di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa di SMPN Satu Atap 3 Mendawai yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert empat tingkat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji korelasi Pearson. Hasil Penelitian dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital siswa berada pada kategori cukup tinggi dengan nilai rata-rata 45,83, sedangkan kemampuan berpikir kritis memiliki nilai rata-rata 46,90. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,997 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara literasi digital dan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap konten keagamaan di TikTok. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi penting untuk membantu siswa bersikap lebih kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi keagamaan yang beredar di media sosial.
Copyrights © 2026