Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Variabel dalam penelitian adalah kinerja keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2019-2023 berjumlah 11 perusahaan, sedangkan sampel adalah 10 perusahaan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik Economic Value Added (EVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), berdasarkan metode Economic Value Added (EVA), menghasilkan rata-rata EVA positif sebesar Rp 31.047 miliar. Perusahaan yang tergolong sehat secara ekonomi dan memiliki kinerja keuangan baik sehingga dapat dikatakan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi investor adalah SIDO, SOHO, KLBF, MERK, dan PYFA karena secara konsisten menghasilkan EVA positif (EVA > 0). Sebaliknya, perusahaan seperti KAEF, INAF, TSPC, PEHA, dan sebagian SCPI termasuk dalam kategori kurang sehat karena pada beberapa tahun mencatatkan EVA negatif (EVA < 0) akibat tingginya beban modal dan kinerja operasional yang belum optimal, sehingga belum mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi perusahaan
Copyrights © 2026