Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat mathematics anxiety pada siswa, meskipun layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah dinilai telah berjalan dengan baik. Berdasarkan kajian teori dan penelitian terdahulu, kecemasan matematika dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengalaman belajar negatif, metode pengajaran, interaksi kelas, serta dukungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran layanan BK dalam mengurangi mathematics anxiety pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Getasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket mathematics anxiety dan observasi pelaksanaan layanan BK. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui tingkat kecemasan dan gambaran peran layanan BK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK berada pada kategori baik, namun tidak memiliki hubungan signifikan dengan kecemasan matematika (r = 0,104; p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa layanan BK belum secara khusus menargetkan kecemasan akademik, sehingga belum berpengaruh terhadap penurunan kecemasan matematika siswa. Penelitian ini menyimpulkan perlunya program konseling yang lebih spesifik, kolaborasi antara guru BK dan guru matematika, serta pemetaan kebutuhan siswa guna meningkatkan efektivitas layanan.
Copyrights © 2026