Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi public speaking mahasiswa Universitas Nusa Putra melalui penerapan model microteaching dan peer feedback terstruktur berbasis video. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan komunikasi lisan mahasiswa, terutama dalam aspek kejelasan penyampaian, penguasaan materi, intonasi, serta bahasa tubuh. Penguatan kompetensi ini menjadi urgensi strategis mengingat kemampuan public speaking merupakan soft skills esensial dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesiapan memasuki dunia kerja. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan pre-test, penyampaian materi teknik public speaking, praktik microteaching individu, perekaman performa peserta, serta pemberian peer feedback terstruktur berbasis video yang diakhiri dengan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai program studi. Berdasarkan hasil pengolahan data pada Batch 80-, nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 40,26 dan meningkat menjadi 80,51 pada post- test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 40,25 poin. Mayoritas peserta mencapai kategori kompeten dengan nilai akhir ?80, menunjukkan efektivitas model yang diterapkan. Selain peningkatan skor kuantitatif, mahasiswa menunjukkan perkembangan signifikan dalam aspek struktur penyampaian materi, artikulasi dan intonasi suara, pengelolaan bahasa tubuh, serta kemampuan memberikan dan menerima umpan balik secara profesional. Model microteaching memberikan ruang latihan terfokus, sementara peer feedback berbasis video mendorong refleksi diri yang objektif dan kolaboratif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model microteaching dan peer feedback terstruktur berbasis video efektif dalam memperkuat kompetensi public speaking mahasiswa. Program ini dapat direkomendasikan sebagai model pengabdian masyarakat yang inovatif, terukur, dan aplikatif dalam pengembangan soft skills di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026