Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan latar belakang didirikannya SMP SATAP Negeri Tengapadange, perkembangan SMP SATAP Negeri Tengapadange serta seberapa banyak lulusan SDN 76 Tengapadange yang melanjutkan pendidikan ke SMP SATAP Negeri Tengapadange selama periode 2009-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode sejarah dengan tahapan kerja yaitu, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini mengambil lokasi di SDN 76 Tengapadange dan SMP SATAP Negeri Tengapadange. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, staf kesiswaan, siswa, alumni, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP SATAP Negeri Tengapadange yang didirikan pada tanggal 1 Mei 2009 sebagai upaya pemerintah Kabupaten Soppeng untuk meningkatkan akses pendidikan, terutama bagi lulusan SDN 76 Tengapadange. SMP SATAP Negeri Tengapadange juga berperan penting dalam menyediakan akses pendidikan lanjutan bagi lulusan SDN 76 Tengapadange dan sekolah sekitar. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa sekitar 80% siswanya berasal dari SDN 76 Tengapadange. Sekolah ini membantu mengurangi angka putus sekolah dengan mempermudah akses ke jenjang SMP Negeri. Namun, lebih dari separuh lulusan SDN 76 Tengapadange (53,85%) memilih melanjutkan pendidikannya di luar SMP SATAP Negeri Tengapadange, seperti di MTs DDI Tengapadange karena salah satu alasannya dorongan orang tua untuk memperdalam pendidikan agama. Meskipun program SATAP di SMP SATAP Negeri Tengapadange berhasil menarik siswa, sekolah ini belum menjadi pilihan utama seluruh siswa lulusan SDN 76 Tengapadange.
Copyrights © 2026