Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya perlawanan rakyat Tombolo Pao terhadap kolonialisme Belanda, bagaimana proses perlawanan tersebut berlangsung, serta dampak yang ditimbulkan dari perlawanan tersebut. Penelitian ini difokuskan pada dinamika perjuangan rakyat di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, dalam melawan upaya Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Tahapan yang ditempuh meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi arsip, dan wawancara dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan rakyat Tombolo Pao dipicu oleh tekanan dan tindakan sewenang-wenang Belanda terhadap masyarakat. Proses perlawanan dipimpin oleh tokoh-tokoh lokal seperti Karaeng Pado, Karaeng Teya, dan Andi Baso Makkumpalle serta dilakukan melalui beberapa aksi penting seperti pembunuhan terhadap pimpinan Belanda Fredrick Reinhard Westhoff dan penyerangan markas KNIL di pusat Distrik Parigi. Dampak dari perlawanan ini meliputi tindakan balasan dari Belanda berupa pembakaran rumah, penangkapan dan eksekusi tokoh pejuang serta penderitaan masyarakat. Namun di sisi lain perlawanan ini juga menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat solidaritas rakyat dan menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan di wilayah Sulawesi Selatan.
Copyrights © 2026