Abstract. Eating is often taken for granted in today's consumerist culture, often viewed as a meaningless activity. Conducted by the theological thought of Norman Wirzba, this article examines how eating connects us to nature, our fellow creatures, and the Creator. The finding demonstrates that eating is more than just a physical need, but also an opportunity to celebrate our connection with nature and God. Eating can be a hidden sacrament, a place where young people learn to slow down, notice the forgotten, and cherish the fragile.Abstrak. Makan sering dianggap hal biasa dalam budaya konsumtif saat ini, dan melihatnya sebagai suatu kegiatan tanpa makna. Dengan merujuk pada pemikiran teologis Norman Wirzba, artikel ini mengkaji bagaimana makan menghubungkan kita dengan alam, sesama makhluk hidup, serta Sang Pencipta. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa makan lebih dari sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga kesempatan untuk merayakan hubungan kita dengan alam dan Tuhan. Makan bisa menjadi sakramen tersembunyi, tempat di mana anak muda belajar memperlambat hidup, memperhatikan yang terlupakan, dan menghargai yang rapuh.
Copyrights © 2026