Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena paralisis psikologis perempuan dalam cerpen Eveline karya James Joyce melalui pendekatan kajian sosial dan feminisme. Cerita ini menggambarkan konflik batin seorang perempuan muda yang terjebak dalam tekanan keluarga, norma sosial, serta trauma masa lalu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks dan teori feminisme serta psikologi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eveline mengalami ketidakmampuan mengambil keputusan (paralisis) akibat dominasi patriarki, beban domestik, serta internalisasi rasa takut dan kewajiban moral. Selain itu, rumah yang seharusnya menjadi ruang aman justru berubah menjadi simbol pengekangan dan ketidakbebasan. Studi ini menegaskan bahwa karya sastra dapat merepresentasikan realitas sosial, khususnya terkait posisi perempuan dalam struktur patriarki.
Copyrights © 2026