Musim penangkapan ikan didefinisikan sebagai waktu-waktu dalam setahun di mana aktivitas penangkapan bisa menghasilkan ikan target secara optimal. Studi ini bertujuan untuk (1) analisis musim penangkapan terhadap ikan target dari armada perikanan Sekoci (pancing) dengan armada Slerek (purse seine), dan (2) analisis produksi hasil tangkapan nelayan yang beroperasi pada musim barat yang oleh sebagian besar nelayan dianggap sebagai musim paceklik. Penelitian dilakukan pada PPP Pondokdadap pada armada Sekoci dan Slerek. Data hasil tangkapan harian yang diagregasi menjadi bulanan dari kedua armada dikumpulkan dari Januari 2021 sampai Desember 2024. Jenis ikan hasil tangkapan diidentifikasi menggunakan panduan penciri morfologis. CPUE dihitung sebagai hasil pendaratan (kg) per jumlah trip pendaratan (landing trips) dan dianalisis menggunakan Indeks Musim Penangkapan (IMP) berbasis rata-rata bergerak (moving average) terhadap CPUE bulanan. Perbedaan rata-rata CPUE antar bulan diuji menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil analisis mendapatkan bahwa hasil tangkapan utama dari armada Sekoci ialah tuna oseanik, (madidihang, mata besar, albakora, dan sirip biru), baby tuna dan cakalang dengan ikan non-target (by-catch) marlin (setuhuk/layaran) dan lemadang. Armada Slerek menargetkan ikan pelagis kecil (lemuru dan layang), baby tuna, cakalang, dan tongkol. IMP mengindikasikan bahwa puncak musim relatif terhadap tuna oseanik beserta ikan non-target seperti marlin dan lemadang terjadi pada musim timur (April–September), sedangkan lemuru, layang, baby tuna, dan cakalang cenderung meningkat pada musim barat. Total armada Sekoci yang beroperasi selama musim barat hanya mencapai 5±2,3% dari total armada aktif yang beroperasi, kurang dari setengah armada Slerek (13±1,9%) yang beroperasi selama musim yang sama. IMP menunjukkan kecenderungan musiman relatif, meskipun uji beda rata-rata CPUE antar bulan tidak signifikan (p>0,05) baik pada armada Sekoci maupun Slerek. Tingginya armada Slerek yang beroperasi pada musim barat berhubungan dengan wilayah operasi yang lebih dekat dengan pantai (di dalam wilayah 12 mil), sebaliknya, armada Sekoci melakukan operasi lebih jauh (> 12 mil) dengan mentargetkan tuna oseanik. Fishing seasons are defined as periods within a year when fishing activities can optimally produce the target catch. This study aims to (1) analyze the fishing seasonality of target species for the Sekoci fleet (handline) in comparison with the Slerek fleet (purse seine), and (2) assess catch production from fishers operating during the west monsoon, which most fishers consider the lean season. The study was conducted at Pondokdadap Coastal Fishing Port (PPP Pondokdadap) focusing on the Sekoci and Slerek fleets. Daily landing records aggregated into monthly data were collected from January 2021 to December 2024. Landed species were identified using morphological identification guides. CPUE was calculated as landed catch (kg) per number of landing trips and analyzed using a Fishing Season Index (FSI/IMP) based on a moving average of monthly CPUE. Differences in mean monthly CPUE were tested using analysis of variance (ANOVA). The results show that the Sekoci fleet’s main catches are oceanic tunas (yellowfin, bigeye, albacore, and bluefin), baby tuna, and skipjack, with non-target by-catches of marlins (sailfish/spearfish) and dolphinfish. The Slerek fleet targets small pelagic fish (sardines and scads), as well as baby tuna, skipjack, and mackerel tuna. The FSI indicates a relative peak season for oceanic tunas and the non-target by-catches (marlins and dolphinfish) during the east monsoon (April–September), whereas sardines, scads, baby tuna, and skipjack tend to increase during the west monsoon. During the west monsoon, the proportion of operating Sekoci vessels averaged 5±2.3% of the active fleet, less than half that of the Slerek fleet (13±1.9%) operating in the same season. The FSI captures relative seasonal tendencies, although differences in mean monthly CPUE were not statistically significant (p>0.05) for either fleet. The higher proportion of Slerek vessels operating during the west monsoon is associated with their nearshore fishing grounds (within 12 nautical miles) and primary target species (sardines, scads, baby tuna, and skipjack). In contrast, the Sekoci fleet-which primarily targets oceanic tunas-is more active during the east monsoon.
Copyrights © 2026