Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi kebijakan bantuan sosial tunai dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam implementasi kebijakan bantuan sosial tunai serta menganalisis dampak bantuan sosial tunai terhadap kesejahteraan masyarakat penerima di Kelurahan Sidorame. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pemilihan metode kualitatif didasari oleh keinginan peneliti untuk mengeksplorasi fenomena yang tidak dapat diukur semata-mata dengan angka, yaitu proses implementasi kebijakan dan persepsi kesejahteraan. Informan Kunci yaitu Lurah atau Sekretaris Lurah Sidorame, Informan Utama: Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kasi Kesra) dan para Kepala Lingkungan (Kepling) dan Informan Pendukung: Masyarakat penerima manfaat BST di Kelurahan Sidorame. Analisis data menggunakan model Miles yaitu: Reduksi Data, Penyajian Data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Kelurahan Sidorame Barat I dengan tingkat keberhasilan yang signifikan pada indikator Komunikasi dan Disposisi. Informasi mengenai hak dan kewajiban KPM tersampaikan dengan baik melalui pendamping PKH, sehingga 248 KK penerima manfaat memiliki komitmen yang kuat untuk mematuhi syarat bantuan. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi informan dalam mengalokasikan dana sesuai dengan komponen bantuan yang mereka terima, adanya kategorisasi pemanfaatan dana yang sangat strategis bagi keberlangsungan hidup rumah tangga dan kriteria evaluasi William N. Dunn, program PKH telah memenuhi standar efektivitas dan ketepatan. Namun, dari sisi kecukupan, bantuan ini masih bersifat bantuan stimulus dan belum sepenuhnya mampu menjadi solusi tunggal untuk membawa masyarakat keluar dari kemiskinan secara permanen tanpa didampingi oleh program pemberdayaan ekonomi lainnya.
Copyrights © 2026