Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi realitas politik Detik.com dalam pemberitaan respons Presiden Prabowo Subianto mengenai insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG, sebagai simbol legitimasi politik, menghadapi krisis kepercayaan akibat kasus keracunan yang memprihatinkan. Isu tersebut direspons Prabowo dengan menarasikannya sebagai "eror manusiawi" berpersentase sangat kecil (0,0007%). Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough terhadap artikel Detik.com. Hasil penelitian menunjukkan Detik.com mengonstruksi realitas politik yang mendukung narasi pemerintah. Pada dimensi teks, strategi eufemisme, nominalisasi statistik, dan metafora skala digunakan untuk meminimalisasi risiko dan menggeser fokus dari korban ke skala keberhasilan program, merepresentasikan Prabowo sebagai figur teknokratis dan otoriter. Produksi teks pada dimensi Discourse Practice bersifat satu arah dan tidak berimbang karena ketergantungan pada sumber Prabowo. Pada dimensi konsumsi, ditemukan kegagalan hegemoni, di mana pembaca aktif menolak dehumanisasi statistik. Secara sosiokultural, pemberitaan ini berfungsi sebagai respons defensif untuk meredam sentimen negatif dan memulihkan legitimasi pemerintah di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat.
Copyrights © 2026