meningkatkan rasa ingin tahu terhadap seksualitas, sehingga remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap kehamilan tidak diinginkan (KTD). Tingginya angka KTD pada remaja di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan bahwa upaya pencegahan masih belum optimal. Kebaruan penelitian ini adalah menganalisis secara simultan hubungan pengetahuan seksualitas, komunikasi orang tua, dan media sosial dengan sikap remaja dalam pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada konteks sekolah menengah kejuruan di Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan sikap remaja di SMKN 1 Selong. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 106 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan pada November 2025 dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan seksualitas dan sikap pencegahan KTD (P-value=0,002; PR=1,793; CI=1,272–2,529) serta antara komunikasi orang tua dan sikap pencegahan KTD (P-value=0,008; PR=1,557; CI=1,141–2,125). Media sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P-value=0,498; PR=1,167; CI=0,614–2,218). Pengetahuan seksualitas dan komunikasi orang tua berperan penting dalam pembentukan sikap remaja terhadap pencegahan kehamilan tidak diinginkan.
Copyrights © 2026