Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suasana hati dan FoMO terhadap pembelian impulsif pada remaja pengguna aplikasi online shop di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausalitas dengan sampel sebanyak 208 orang remaja berusia 12-22 tahun. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Fear of Missing Out Scale (FoMOS), dan Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS). Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa suasana hati dan FoMO terhadap pembelian impulsif memiliki pengaruh sebesar 39,3%. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa suasana hati dan FoMO secara signifikan berpengaruh terhadap pembelian impulsif, dengan nilai signifikansi sebesar 0.000, baik secara parsial maupun simultan. Hal ini menjadi kontribusi baru karena penelitian sebelumnya umumnya hanya meneliti variabel suasana hati dan FoMO secara terpisah, sementara penelitian ini menguji keduanya secara bersamaan.
Copyrights © 2026