Santri mahasiswa menghadapi tantangan struktural dan psikologis yang khas akibat tuntutan ganda yakni memnuhi standar akademik perguruan tinggi sekaligus mematuhi disiplin ketat Pesantren, khusunya target hafalan Al-Qur’an. Tekan multidimensi ini rentan memicu disonansi kognitif dan kelelahan emosional jika tidak dikelola dengan baik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika komunikasi interpersonal dan dukungan teman sebaya sebagai mekanisme resiliensi pada santri mahasiswa yang menghadapi konflik peran ganda berupa tuntutan akademik perguruan tinggi dan kewajiban hafalan Al-Qur'an. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima santri mahasiswa di Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis Kudus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan fenomenologis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal horizontal dimaknai sebagai ruang negosiasi utama dalam mengelola tekanan struktural pesantren. Melalui interaksi informal dengan teman sebaya, santri menafsirkan tekanan tersebut sebagai tantangan yang dapat dikelola, bukan semata sebagai beban. Dukungan teman sebaya dipahami sebagai relasi saling menguatkan yang membantu santri mempertahankan keberlangsungan studi dan kewajiban kepesantrenan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi interpersonal dengan menekankan pentingnya makna subjektif dan relasi teman sebaya dalam proses adaptasi konflik peran ganda santri mahasiswa.
Copyrights © 2026