Kebakaran merupakan salah satu bencana non-alam yang berpotensi mengancam keselamatan warga sekolah, namun sebagian besar sekolah belum memiliki program simulasi evakuasi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi dan simulasi penyelamatan diri terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa SMP Al-Farabi. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttest dengan sampel 37 siswa yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian terdiri atas kuesioner pengetahuan, kuesioner kesiapsiagaan, serta lembar observasi pelaksanaan simulasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji McNemar. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dari 35,1% siswa yang memahami prosedur penyelamatan diri pada pre-test menjadi 91,9% pada post-test (p 0,001). Sikap dan kesiapsiagaan juga meningkat, dari 70,3% siswa yang menyatakan siap pada pre-test menjadi 100% setelah intervensi. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi dan simulasi berbasis pengalaman langsung efektif meningkatkan kemampuan kognitif dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi kebakaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi program simulasi kebakaran secara berkala di sekolah untuk memperkuat budaya sadar bencana dan meminimalkan risiko saat keadaan darurat.
Copyrights © 2026