Kemiskinan tetap menjadi masalah sosial yang menghambat pencapaian kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Bengkulu, persentase penduduk miskin pada periode 2019–2024 lebih tinggi dari rata-rata nasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan dan mengidentifikasi daerah berisiko tinggi di Provinsi Bengkulu melalui pendekatan regresi data panel dan pemetaan Indikator Lokal Asosiasi Spasial (LISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi angkatan kerja, pertumbuhan produk domestik bruto regional, dan peningkatan indeks pembangunan manusia berkontribusi pada penurunan persentase penduduk miskin di Provinsi Bengkulu. Sementara itu, hasil analisis spasial lokal dengan LISA mengidentifikasi Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai klaster tinggi-tinggi atau hotspot, yaitu daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi yang dikelilingi oleh daerah dengan kondisi serupa. Berdasarkan temuan ini, diharapkan semua pemangku kepentingan, baik masyarakat maupun pemerintah, dapat berperan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas angkatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat aspek pendidikan dan kesehatan yang mendukung peningkatan HDI. Selain itu, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus dan intervensi pada Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai daerah hotspot.
Copyrights © 2026