Pada dekade ini, entitas seni tidak sekedar dipandang ekspresi estetis semata, melainkan telah masuk pula ke dalam tataran konsep keilmuan yang faktual. (Komala & Nugraha, 2022). Dalam dunia pendidikan, seni juga memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan mental maupun kreativitas peserta didik. Proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik jika dari salah satu komponen tersebut ditinggalkan. Dari komponen itu maka yang sangat berperan dalam proses pembelajaran adalah Guru, sebab guru sebagai narasumber, mediator, instruktur dalam suatu proses belajar mengajar (Hontong et al., 2020). Guru diharapkan memiliki apresiasi seni yang tinggi untuk dapat menginspirasi siswa dalam pemahaman dan menghargai seni. Terlebih pada guru yang ada di homeschooling. Guru homeschooling menjadi fasilitator utama yang bertanggung jawab untuk memotivasi siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai pendidikan seni. Namun, apakah kegiatan mengajar seni pada homeschooling mempunyai kontribusi terhadap peningkatan apresiasi seni seorang guru. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti sejauh mana pengalaman mengajar dapat berpengaruh terhadap peningkatan apresiasi seni seorang guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan korelasional. Penelitian ini menggunakan metode instrumen berupa kuesioner dengan beberapa pertanyaan tentang latar belakang dan pengalaman seni. Subjek penelitian ini adalah beberapa guru yang ada di sekolah HSPG Bandung, dikarenakan peneliti penasaran dengan bagaimana pendidikan seni yang ada di homeschooling. Hasil penelitian menunjukkan guru yang ada di homeschooling HSPG Bandung memiliki nilai rata-rata tingkat apresiasi seni yang tinggi. Namun, hal tersebut tidak berkaitan dengan pengalaman mengajar seni mereka.
Copyrights © 2025