Akhir masa kuliah merupakan masa transisi menuju dewasa yang seringkali menimbulkan stres dan kecemasan akan masa depan. Mahasiswa pada tahap ini seringkali merasa bingung dalam menentukan arah hidup dan menghadapi tuntutan baru setelah lulus. Dalam situasi ini, dukungan sosial keluarga berperan penting dalam memberikan kenyamanan, motivasi, dan kepercayaan diri untuk menghadapi perubahan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan quarter-life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 203 mahasiswa tingkat akhir yang diperoleh melalui accidental sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Developmental Crisis Questionnaire (DCQ-12) (α = 0,650) untuk mengukur quarter-life crisis dan Social Support Scale (SSS) (α = 0,959) untuk mengukur dukungan sosial keluarga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson setelah memenuhi asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan krisis seperempat hidup (r = -0,246; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi tingkat dukungan sosial keluarga yang diterima mahasiswa tingkat akhir, semakin rendah tingkat krisis seperempat hidup yang dialami. Temuan ini menekankan peran penting keluarga dalam membantu mahasiswa menghadapi transisi menuju dewasa dengan kesiapan dan keseimbangan emosional yang lebih baik.
Copyrights © 2026