Di tengah anomali suhu global yang melampaui ambang 1,5◦C pada awal 2026, perguruan tinggi menghadapi urgensi untuk mentransformasi kurikulum demi mencetak lulusan yang responsif terhadap krisis ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi isu perubahan iklim dalam "Kurikulum Hijau" (Green Education) dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terstruktur (Qualitative Content Analysis) terhadap 10 Rencana Pembelajaran Semester (RPS) lintas disiplin dan dokumen strategis universitas, mengacu pada taksonomi kompetensi iklim UNESCO 2025. Temuan menunjukkan bahwa integrasi isu iklim masih bersifat "tambahan" (add-on) daripada "menyatu" (infused), dengan dominasi aspek kognitif sebesar 65%. Namun, terdapat tren positif penggunaan Project Based Learning (PjBL) yang berhasil meningkatkan eco agency mahasiswa untuk memitigasi eco anxiety. Hambatan utama ditemukan pada ketimpangan antara konten kurikulum formal dengan "kurikulum tersembunyi" berupa fasilitas kampus yang belum sepenuhnya berkelanjutan. Integrasi isu iklim yang efektif memerlukan pendekatan holistik yang menyinkronkan kebijakan akademik dengan budaya institusional untuk mengubah literasi menjadi karakter yang menetap.
Copyrights © 2026