Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi masalah serius yang berpotensi menggangu stabilitas di pasar modal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan menguji reaksi pasar modal terhadap pelemahan kurs IDR/US dollar di saham perbankan syariah pada 9 April 2025. Metode penelitian yang digunakan ialah Event Study dengan indikator Average Abnormal Retrun (AAR) dan Average Trading Volume Activity (ATVA). Priode pengamatan dalam penelitian ini adalah sebelas hari. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari web Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai sumber resmi. Populasi dari penelitian ini mencakup perusahaan-perusahaan sektor perbankan syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedangkan sampelnya diambil secara nonprobability sampling menggunakan teknik Purposive sampling. Pengolahan datanya dengan SPSS, kemudian dilakukan uji paired sample t-test. Berdasarkan uji paired sample t- test, nilai signifikansi untuk Average Abnormal Retrun dan Average Trading Volume Activity berada di atas 0,05, mengindikasikan tidak ada perbedaan signifikan pada sebelum dan sesudah peristiwa pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Dari hasil pengujian dapat di lihat jika sektor perbankan syariah menunjukkan bahwa memiliki daya tahan yang baik terhadap guncangan makroekonomi dan menjadi salah satu pondasi penting untuk pasar modal, sehingga membantu menjaga stabilitas pasar saham secara meneyluruh. Bank yang dijadikan sampel dalam penelitian ini tidak secara khusus melayani transaksi impor dan ekspor. Oleh karena itu, untuk fenomena yang serupa, penelitian selanjutnya sebaiknya memfokuskan pada bank impor/ekspor yang tercatat di BEI. Selain itu dapat juga mengaitkan dengan kebijakan moneter yang mempengaruhi kinerja sektor perbankan syariah di masa-masa fluktuasi ekonomi.
Copyrights © 2026