Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Bandung semakin kompleks dengan timbulan harian mencapai ±1.600 ton dan diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 2.200 ton pada tahun 2041. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh collaborative governance dan pemberdayaan masyarakat terhadap efektivitas implementasi kebijakan pengelolaan sampah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Jumlah responden sebanyak 100 orang yang terdiri atas ASN/DLH, pengelola bank sampah, kader lingkungan, dan masyarakat umum, dipilih melalui teknik purposive dan proportionate stratified random sampling. Instrumen kuesioner dengan 28 item pernyataan telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha X1 = 0,875; X2 = 0,892; Y = 0,901). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa collaborative governance berpengaruh signifikan terhadap efektivitas implementasi kebijakan (β = 0,421; p < 0,05), pemberdayaan masyarakat juga berpengaruh signifikan (β = 0,389; p < 0,05), dan secara simultan keduanya berkontribusi sebesar 56,4% terhadap efektivitas implementasi kebijakan (R² = 0,564). Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan persampahan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh sinergi antaraktor melalui tata kelola kolaboratif dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan model tata kelola persampahan berbasis Extended Stakeholder Responsibility (ESR).
Copyrights © 2026