Fenomena self-diagnosis penyakit mental pada remaja meningkat seiring era digital. Self-diagnosis yaitu ketika individu menilai kondisi psikologisnya secara mandiri tanpa evaluasi profesional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi self-diagnosis berdasarkan Teori Stres-Adaptasi Stuart. Metode scoping review dilakukan melalui pencarian di ScienceDirect, PubMed, ProQuest, dan Google Scholar, menghasilkan 14 artikel relevan yang diperoleh dari tahun 2021-2025. Hasil analisis menunjukkan faktor predisposisi utama meliputi motivasi pribadi, literasi kesehatan mental, dan sikap terhadap kesehatan jiwa. Stresor presipitasi signifikan meliputi stigma sosial dan keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa. Sementara itu, sumber koping seperti media sosial, teknologi digital, dan dukungan sebaya dapat berperan secara adaptif maupun maladaptif. Self-diagnosis muncul sebagai respons adaptif terhadap stres, namun berisiko menimbulkan kesalahan interpretasi dan penundaan bantuan profesional. Perawat berperan dalam promotif, preventif, kuratif, konseling, dan memperkuat dukungan profesional bagi remaja.
Copyrights © 2026