Penelitian ini mengkaji peran Instagram sebagai media soft power politik dalam membentuk branding politik perempuan dengan fokus pada kasus anggota DPRD Wonogiri, Azalea Puteri Utami. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana media sosial berbasis visual dimanfaatkan oleh politisi perempuan untuk membangun legitimasi, memperkuat keterlibatan publik, serta membedakan identitas politiknya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan literatur relevan, artikel ilmiah, dan laporan penelitian terkait Instagram, soft power politik, dan branding perempuan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola dan makna dari literatur yang ditelaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang rep-resentasi yang memungkinkan politisi perempuan menampilkan keautentikan, menggabungkan identitas personal dan profesional, serta membangun narasi politik yang persuasif.
Copyrights © 2026