Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat, khususnya mahasiswa Universitas Bina Nusantara, terhadap keadilan beragama dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan metode kuesioner berbasis Google Form yang melibatkan 30 responden. Studi ini didasarkan pada teori pluralisme, teori keadilan beragama, dan konsep moderasi beragama sebagai landasan untuk memahami dinamika toleransi, diskriminasi, serta upaya menjaga kerukunan antar umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menilai keadilan beragama belum sepenuhnya terwujud, praktik toleransi masih belum berjalan optimal, dan perbedaan agama dipandang sebagai faktor pemicu potensi diskriminasi. Meskipun demikian, responden menganggap moderasi beragama dan dialog antar agama sebagai elemen penting untuk mencegah konflik serta mencapai kedamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat, sesuai dengan tujuan SDG 16. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman, penerapan nilai toleransi, dan penguatan pluralisme dalam masyarakat demi terwujudnya kehidupan sosial yang adil dan harmonis.
Copyrights © 2026