Evaluasi komprehensif diperlukan untuk menambahkan bukti klinis yang berdampak pada peningkatan implementasi konseling Apoteker di Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaruh konseling apoteker terhadap luaran terapi pasien Diabete Melitus Tipe 2 (DMT2) yaitu skor pengetahuan, kepatuhan, nilai Glukosa Darah Puasa (GDP), Glukosa Darah Post Prandial (GDPP) dan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan menyertakan 60 partisipan pada periode Desember 2024 – Juni 2025. Intervensi yang diberikan berupa konseling apoteker dengan media leaflet dan video edukasi. Skor pengetahuan, kepatuhan dan kualitas hidup dikumpulkan berturut-turut menggunakan kuesioner DMT2 Knowledge Questionaire (DKQ), MMAS-8, EQ-5D-5L, sedangkan hasil GDP dan GDPP dikumpulkan dari rekam medis pasien. Data dikumpulkan sebelum intervensi dan 1 bulan setelah intervensi. Analisis dilakukan menggunakan uji t-test tidak berpasangan dan regresi linier. Kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol secara signifikan memiliki rata-rata skor pengetahuan lebih tinggi (+6,163), rerata nilai kepatuhan lebih tinggi (+1,135), rerata nilai GDP dan GDPP lebih rendah ( berturut-turut -53,520 dan -80,018) serta rerata nilai kualitas hidup yang lebih tinggi (+0,089) (p <0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan usia memengaruhi skor pengetahuan dan kepatuhan pasien DMT2 (p <0,05). Konseling apoteker meningkatkan luaran terapi pasien DMT2 dan secara konsisten berdasarkan hasil analisis multivariat ditemukan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap luaran terapi pasien (p <0,001).
Copyrights © 2026