Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSELING APOTEKER MENINGKATKAN LUARAN TERAPI PASIEN DMT2 : SEBUAH STUDI EKSPERIMENTAL DI RUMAH SAKIT TIPE B TAHUN 2025 Pratama, Rina; Sandiutami, Ni Made Dwi; Yantih, Novi; Amin, Lukman Zulkifli
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.932

Abstract

Evaluasi komprehensif diperlukan untuk menambahkan bukti klinis yang berdampak pada peningkatan implementasi konseling Apoteker di Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaruh konseling apoteker terhadap luaran terapi pasien Diabete Melitus Tipe 2 (DMT2) yaitu skor pengetahuan, kepatuhan, nilai Glukosa Darah Puasa (GDP), Glukosa Darah Post Prandial (GDPP) dan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan menyertakan 60 partisipan pada periode Desember 2024 – Juni 2025. Intervensi yang diberikan berupa konseling apoteker dengan media leaflet dan video edukasi. Skor pengetahuan, kepatuhan dan kualitas hidup dikumpulkan berturut-turut menggunakan kuesioner DMT2 Knowledge Questionaire (DKQ), MMAS-8, EQ-5D-5L, sedangkan hasil GDP dan GDPP dikumpulkan dari rekam medis pasien. Data dikumpulkan sebelum intervensi dan 1 bulan setelah intervensi. Analisis dilakukan menggunakan uji t-test tidak berpasangan dan regresi linier. Kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol secara signifikan memiliki rata-rata skor pengetahuan lebih tinggi (+6,163), rerata nilai kepatuhan lebih tinggi (+1,135), rerata nilai GDP dan GDPP lebih rendah ( berturut-turut -53,520 dan -80,018) serta rerata nilai kualitas hidup yang lebih tinggi (+0,089) (p <0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan usia memengaruhi skor pengetahuan dan kepatuhan pasien DMT2 (p <0,05). Konseling apoteker meningkatkan luaran terapi pasien DMT2 dan secara konsisten berdasarkan hasil analisis multivariat ditemukan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap luaran terapi pasien (p <0,001).