Background: The Outpatient Department (IRJ) is the initial point of contact for patients receiving hospital services. One important factor influencing patient satisfaction is waiting time. Long wait times can negatively impact perceptions of service quality and the continued use of healthcare facilities. In the IRJ, patient waiting time is often a major complaint regarding service delivery, and no study related to waiting time has been conducted at the Academic Hospital Universitas Gadjah Mada. Objective: This study aims to analyze waiting times for services at various stages in the Outpatient Department of Academic Hospital Universitas Gadjah Mada.Methods: This study used a descriptive quantitative design with a sample size of 394 respondents using simple random sampling. Data were analyzed descriptively, and a Spearman's rho test was used to determine the length of service waits at each stage and the total wait time.Results: The study showed that the patient registration wait time was 1 minute, the doctor wait time was 61 minutes, and the pharmacy wait time was 39 minutes, for a total patient wait time of 113 minutes. Statistical analysis using Spearman's rho showed that age was not significantly related to total waiting time (p=0,909), and gender was also not significantly related to total waiting time after statistical analysis using the Mann-Whitney (p=0,209). Meanwhile, waiting times for registration, doctor's examinations, and pharmacy are significantly related to the total length of patient waiting time (p<0,001).Conclusion: Total patient waiting time at the IRJ RSA UGM remains above the national standard, with the doctor's examination being the largest contributor. Efforts to improve efficiency, focused on managing doctor schedules and strengthening the electronic queuing system, are needed to improve the quality of patient care.INTISARILatar belakang: Instalasi Rawat Jalan (IRJ) merupakan titik kontak awal pasien dalam memperoleh pelayanan di rumah sakit. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepuasan pasien adalah waktu tunggu. Waktu tunggu yang lama dapat berdampak negatif terhadap persepsi mutu layanan serta keberlanjutan penggunaan fasilitas kesehatan. Di IRJ waktu tunggu pasien sering kali menjadi keluhan utama dalam pelayanan dan studi terkait waktu tunggu pelayanan belum pernah dilakukan di RS Akademik UGM. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lama waktu tunggu pelayanan di berbagai tahap di Instalasi Rawat Jalan RS Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM). Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 394 responden yang dilakukan secara simple random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji hubungan dengan Spearmans rho untuk melihat lama waktu tunggu pelayanan di tiap tahapan dengan total lama waktu tunggu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu tunggu pendaftaran pasien adalah 1 menit, lama waktu tunggu dokter 61 menit, dan waktu tunggu farmasi 39 menit, dengan total lama waktu tunggu pasien sebesar 113 menit. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa faktor usia tidak berhubungan signifikan terhadap total waktu tunggu (p=0,909), begitu juga dengan perbedaan jenis kelamin juga tidak berhubungan signifikan terhadap total waktu tunggu (p=0,209), sedangkan waktu tunggu pendaftaran, pemeriksaan dokter dan farmasi berhubungan dengan lamanya total waktu tunggu pasien (p< 0,001). Simpulan: Total waktu tunggu pasien di IRJ RSA UGM masih berada di atas standar nasional, dengan tahap pemeriksaan dokter sebagai kontributor terbesar. Dibutuhkan upaya peningkatan efisiensi yang difokuskan pada manajemen jadwal dokter dan penguatan sistem antrean elektronik untuk meningkatkan mutu layanan pasien.
Copyrights © 2026