Pembelajaran seni tari bagi siswa tunarungu memerlukan pendekatan adaptif karena keterbatasan penerimaan stimulus auditori berdampak pada pemahaman irama dan ekspresi gerak. Karakteristik siswa tunarungu yang dominan visual dan kinestetik menuntut metode pembelajaran yang menempatkan tubuh sebagai media utama dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan embodied learning dalam metode pembelajaran seni tari berbasis kode gerak pada siswa tunarungu di SLB Manunggal Slawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa tunarungu tingkat SMA yang mengikuti pembelajaran seni tari di SLB Manunggal Slawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kode gerak memungkinkan siswa memahami konsep gerak tari melalui pengalaman tubuh secara langsung. Proses belajar tidak hanya berlangsung pada tataran kognitif, tetapi juga melalui interaksi antara tubuh, visual, dan ruang gerak. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan, kepercayaan diri, serta kemampuan mengekspresikan gerak tari secara lebih bermakna. Temuan ini mengindikasikan bahwa embodied learning merupakan pendekatan yang relevan dalam pembelajaran seni tari bagi siswa tunarungu karena mampu menjembatani keterbatasan auditori melalui pengalaman belajar berbasis tubuh.
Copyrights © 2026