Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diferensiasi Pengajaran Tari pada Usia 4-9 Tahun di Sanggar Tari Sobokartti Semarang Nurul Hikmah; Rimasari Pramesti Putri
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v4i2.7513

Abstract

This study was motivated by the importance of dance in fostering aesthetic sensitivity, discipline, and cultural character in the younger generation. However, dance teaching practices in Indonesia are generally uniform and do not take into account the age and developmental stages of students, resulting in suboptimal learning outcomes. Several previous studies (Budiman et al., 2022; Da Ary & Markamah, 2024; Yuliyanti & Budiman, 2023) have shown the weaknesses of dance teaching methods that do not adapt to the characteristics of the participants, resulting in low mastery of techniques, motivation, and understanding of cultural values. Based on these issues, this study aims to examine the application of content, process, and product differentiation in dance learning at the Sobokartti Dance Studio in Semarang, which trains participants aged 4 to 25 years. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study show the application of teaching that is tailored to age characteristics, ranging from imitative movements in children to reflection on cultural values in adults. These findings prove that differentiated teaching methods are effective in improving the relevance and quality of traditional dance learning. The implication is that this model can be used as a reference for non-formal educational institutions in developing adaptive arts learning that is oriented towards the preservation of local culture.
Embodied Learning dalam Metode Pembelajaran Seni Tari Berbasis Kode Gerak untuk Siswa Tunarungu di SLB Manunggal Slawi Triolivia Giarto, Rosa; Rimasari Pramesti Putri
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 2 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i2.2017

Abstract

Pembelajaran seni tari bagi siswa tunarungu memerlukan pendekatan adaptif karena keterbatasan penerimaan stimulus auditori berdampak pada pemahaman irama dan ekspresi gerak. Karakteristik siswa tunarungu yang dominan visual dan kinestetik menuntut metode pembelajaran yang menempatkan tubuh sebagai media utama dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan embodied learning dalam metode pembelajaran seni tari berbasis kode gerak pada siswa tunarungu di SLB Manunggal Slawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa tunarungu tingkat SMA yang mengikuti pembelajaran seni tari di SLB Manunggal Slawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kode gerak memungkinkan siswa memahami konsep gerak tari melalui pengalaman tubuh secara langsung. Proses belajar tidak hanya berlangsung pada tataran kognitif, tetapi juga melalui interaksi antara tubuh, visual, dan ruang gerak. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan, kepercayaan diri, serta kemampuan mengekspresikan gerak tari secara lebih bermakna. Temuan ini mengindikasikan bahwa embodied learning merupakan pendekatan yang relevan dalam pembelajaran seni tari bagi siswa tunarungu karena mampu menjembatani keterbatasan auditori melalui pengalaman belajar berbasis tubuh.