Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi kritis siswa sekolah dasar dalam menghadapi arus informasi digital yang semakin cepat, khususnya melalui media sosial TikTok. Siswa perlu memiliki kemampuan membedakan fakta dan opini sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan TikTok terhadap kemampuan literasi kritis siswa dalam membedakan fakta dan opini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui analisis regresi linear sederhana pada 81 siswa kelas V di SDN Banjarwaru 01, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi kritis siswa dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Hubungan kedua variabel berada pada kategori sedang dengan koefisien korelasi sebesar 0,458. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,210 menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok memberikan kontribusi sebesar 21% terhadap kemampuan literasi kritis siswa, sedangkan 79% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, penggunaan TikTok berpotensi mendukung pengembangan literasi kritis siswa dalam membedakan fakta dan opini apabila dimanfaatkan secara tepat dan terarah dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026