Kelompok Tani, Tani Maju Desa Polowangi, Provinsi Jawa Tengah, menghadapi berbagai permasalahan mendasar dalam pengembangan komoditas durian dan alpukat, meliputi lemahnya manajemen kelompok, praktik budidaya konvensional, keterbatasan akses pemasaran, dan rendahnya nilai tambah produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui implementasi strategi manajemen modern dengan metode workshop yang partisipatif. Program dilaksanakan selama dua hari pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan 45 anggota kelompok tani di Balai Desa Polowangi, mencakup empat sesi workshop: (1) manajemen agribisnis dan pembukuan keuangan, (2) teknik budidaya Good Agricultural Practices (GAP) durian dan alpukat, (3) pengolahan produk dan nilai tambah, serta (4) pemasaran digital dan branding produk. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi lapangan, dan kuesioner kepuasan peserta (skala Likert). Hasil menun- jukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 67,0% (dari rerata 46,7 menjadi 78,0), dengan perbedaan yang sangat signifikan secara statistik (t(24) = −18,42, p < 0,001). Peningkatan tertinggi terjadi pada topik pemasaran digital (93,2%), diikuti pengolahan produk (72,2%), manajemen agribisnis (63,1%), GAP alpukat (59,4%), dan GAP durian (55,0%). Tingkat kepuasan peserta sangat tinggi dengan rerata skor Likert 4,11–4,23. Sebanyak 93% peserta menyatakan siap mengadopsi teknik yang diajarkan. Program ini berhasil membentuk tiga sub-tim fungsional kelompok (pemasaran, keuan- gan, produksi), mengembangkan enam produk olahan baru, serta membangun identi- tas merek “Tani Maju Polowangi”. Temuan ini mengonfirmasi efektivitas pendekatan workshop partisipatif yang komprehensif dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani hortikultura.
Copyrights © 2026