Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan capaian hasil belajar fisika peserta didik yang dibelajarkan melalui model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan berdiferensiasi, menggambarkan hasil belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional, serta mengkaji perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok pada materi usaha dan energi di kelas XI SMAN 14 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Matching Only Posttest-Only Control Group Design. Kelas XI.1 ditetapkan sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelas XI.3 berperan sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal yang telah melalui proses validasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen mencapai 78,22 dengan kategori tinggi, sementara kelas kontrol memperoleh rata-rata 72,74 dengan kategori sedang. Pengujian hipotesis menggunakan independent sample t-test menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,039 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar fisika antara peserta didik yang belajar menggunakan model PBL berbasis pendekatan berdiferensiasi dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2026