Meskipun mathematical resilience diakui sebagai kemampuan penting bagi calon guru sekolah dasar, pemahaman tentang bagaimana kemampuan ini berkontribusi pada mathematical well-being mereka masih sangat terbatas. Di lapangan, calon guru sering menunjukkan ketahanan dalam menghadapi kesulitan matematika, namun hal tersebut tidak selalu sejalan dengan rasa nyaman, keterlibatan, atau sikap positif terhadap matematika yang seharusnya mendukung proses belajar dan pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak resiliensi matematika terhadap kesejahteraan matematika calon guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara resiliensi matematika dan kesejahteraan matematika. Partisipan penelitian ini terdiri dari 204 mahasiswa calon guru sekolah dasar yang terdaftar di universitas. Data dikumpulkan melalui instrumen yang mengukur dimensi-dimensi resiliensi matematika dan kesejahteraan matematika. Uji korelasi Pearson dan regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara resiliensi matematika dan kesejahteraan matematika dengan koefisien korelasi sebesar 0,760. Temuan ini memperkuat pentingnya pengembangan resiliensi matematika untuk meningkatkan kesejahteraan matematika calon guru. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam bidang pendidikan guru, khususnya terkait dengan pengaruh resiliensi matematika terhadap perkembangan akademik dan kesejahteraan calon guru sekolah dasar.
Copyrights © 2026