Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa, yang dipengaruhi oleh pembelajaran konvensional, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, serta belum dimasukkannya unsur budaya lokal dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Ethno-Realistic Mathematics Education (Ethno-RME) berbantuan GeoGebra dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen non-equivalent pretest-posttest control group. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Secanggang, dengan VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan VIII-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis pada materi bangun ruang sisi datar, serta angket dan wawancara untuk memperoleh data kualitatif mengenai pengalaman belajar siswa. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana, uji hipotesis, dan koefisien determinasi (R²) melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata post-test kelas eksperimen 77,86, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 67,37. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai Sig. 0,000 (<0,05) dan koefisien determinasi R² = 0,663, yang berarti 66,3% variasi nilai post-test dijelaskan oleh model pembelajaran. Temuan ini membuktikan bahwa Ethno-RME berbantuan GeoGebra berpengaruh positif dan signifikan, sehingga model ini layak dijadikan alternatif pembelajaran matematika yang kontekstual dan berbasis budaya.
Copyrights © 2026