Prestasi belajar matematika siswa sekolah menengah masih menjadi perhatian penting dalam pendidikan matematika. Matematika sebagai disiplin ilmu yang bersifat abstrak dan sistematis menuntut pemahaman konsep yang kuat serta kemampuan berpikir tingkat tinggi. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih sering berorientasi pada guru dan menekankan prosedur penyelesaian soal. Kondisi ini menyebabkan siswa cenderung menghafal langkah-langkah penyelesaian tanpa memahami konsep secara mendalam, sehingga mengalami kesulitan ketika menghadapi permasalahan matematika yang berbeda dari contoh yang telah diberikan.Penelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan dampak model pembelajaran berbasis masalah yang diintegrasikan dengan strategi pembelajaran berdiferensiasi terhadap prestasi belajar matematika siswa sekolah menengah, dilihat dari aspek kesiapan belajar dan kemandirian belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan desain eksperimen faktorial pada bagian kuantitatif dan pendekatan deskriptif pada bagian kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa Sekolah Menengah di Kota Pontianak dan Kabupaten Kuburaya. Pengumpulan data diperoleh melalui tes kemampuan awal, angket kemandirian belajar, tes prestasi belajar, wawancara, serta observasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan strategi berdiferensiasi secara signifikan memengaruhi prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan kesiapan belajar, tingkat ketuntasan siswa mencapai 85,29% dengan peningkatan prestasi pada seluruh kategori kesiapan. Berdasarkan kemandirian belajar, tingkat ketuntasan siswa mencapai 92%, tanpa adanya perbedaan signifikan antar tingkat kemandirian belajar.
Copyrights © 2026