Kegiatan konservasi bangunan cagar budaya bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah, dimana kegiatan tersebut memiliki resiko, tanggung jawab, dan menuntut profesionalisme yang tinggi. Peraturan, kerjasama tim, serta komunikasi yang terdiri dari beberapa tenaga profesional seperti kontraktor, arsitek, dan owner seringkali menjadi tantangan tersendiri. Profesionalisme yang tidak baik menyebabkan proyek konservasi bangunan cagar budaya akan terhambat, terganggu, dan tidak tepat waktu. Penerapan profesionalisme yang baik pada proyek konservasi bangunan cagar budaya menyebabkan permasalahan akan tanggung jawab, metode, dan waktu dapat teratasi dengan baik sehingga tidak menjadi sebuah permasalahan di kemudian hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu dengan melakukan observasi langsung ke lapangan, dan pengambilan foto, setelah data terkumpul kemudian dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profesionalisme berperan dalam keberhasilan pada pengerjaan konservasi bangunan cagar budaya Rumah Abu The di Surabaya, selain itu profesionalisme yang dimiliki oleh seluruh SDM, baik kontraktor, arsitek, dan pemilik bangunan yang terlibat dalam proyek tersebut membuat semua berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan yang dibuat oleh tim, dengan perencanaan yang matang maka proyek konservasi tersebut dapat berjalan dengan baik serta tepat waktu dan menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Hasil dari laporan ini dapat memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan konservasi bangunan cagar budaya, serta menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan dan pedoman teknis yang lebih baik.
Copyrights © 2026