Penelitian ini menganalisis makna, konteks penuturan, dan proses pewarisan mantra pengobatan pada masyarakat Suku Dayak Menyumbung di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Mantra pengobatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyembuhan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan spiritual yang mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana mantra diucapkan dalam konteks sosial dan lingkungan serta bagaimana pengetahuan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara terbuka, observasi partisipatif, dan dokumentasi primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penuturan mantra dilakukan dalam suasana ritual yang melibatkan dukungan komunitas, dengan waktu dan tempat yang memiliki makna simbolis tertentu. Proses pewarisan mantra berlangsung melalui tradisi lisan dari dukun kepada generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pelestarian pengetahuan lokal dan memperkaya kajian ilmiah tentang keberlanjutan budaya melalui praktik pengobatan tradisional.
Copyrights © 2026